Minggu, 15 April 2018

Kapal Pesiar Seabourn Encore Bawa 975 Orang, Akan Singgah di Sabang


 Kapal pesiar MS Seabourn Encore berbendera Bahama/Nasau akan singgah di Pelabuhan Teluk Sabang pada Selasa (27/3) esok. Cruise ini membawa 975 orang.

Kapal pesiar yang dinahkodai Captain Bathgate David dijadwalkan tiba di Sabang pada pukul 07.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand. Kapal tersebut mengangkut 975 orang terdiri dari 552 penumpang dan 423 awak kapal.

Begitu tiba di Dermaga Container Terminal (CT) 3 di Kota Sabang, turis-turis ini akan disambut dengan rangkaian seremoni. Akan ada tarian adat Aceh sebagai wujud penghormatan kepada tamu.

Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) juga akan memberikan pelayanan yang maksimal seperti welcoming dance dan tradisional perfromance lainnya. Pada ring-2 Dinas Pariwisata Provinsi Aceh akan menempatkan bazar untuk masyarakat menjual souvenir, kuliner, dan lain-lain.

"BPKS sendiri akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada operator cruise, sehingga mereka akan merasa aman dan nyaman saat singgah di Kota Sabang," Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Sayid Fadhil dalam keterangan tertulis kepada detikTravel, Senin (26/3/2018). 

Dalam hal pelayanan cruise, Sayid mengaku melibatkan banyak pihak untuk melayani wisatawan seperti melibatkan travel agent, Organda, pihak kemananan dan pihak terkait lainya untuk dapat menciptakan kesan nyaman.

"Kita optimistis bahwa Sabang bakal menjadi magnet kapal-kapal cruise dunia. Apalagi tahun ini dijadwalkan ada tujuh Cruise yang telah mengangendakan untuk berkunjung ke Kota Sabang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Manajemen Pelabuhan, Zulkarnaini Abdulah, mengatakan, Kapal Pesiar MS Seabourn Encore baru pertama sekali singgah di Kota Sabang. Kapal ini memiliki panjang 179.76 meter dengan lebar 27,9 meter dan memiliki bobot 41.865 Gross Register Tonnage (GRT).

"Sebelumnya kapal ini berlayar dari Phuket Thailand, dan setelah singgah di Kota Sabang, mereka akan melanjutkan pelayaran ke Colombo," ungkap Zulkarnaini.

Tahun 2018 ini sudah dikonfirmasi sebanyak tujuh kapal yakni MS Seabourn Encore, MS Silver Discovery, MS Europe 2, MS Marella Discovery, MS Seabourn Ovation, dan kapal Islamic cruise MV Costa Victoria.

sumber: detik

Selasa, 03 April 2018

6 Kapal Tanker Minyak Sekitar Perairan Teluk Balikpapan Dipindahkan


Kejadian kebakaran yang terjadi di perairan Teluk Balikpapan kemarin menimbulkan kewaspadaan terhadap pemilik kapal tanker yang berada disekitarnya, sebanyak enam kapal taker minyak milik PT Cindara Pratama Lines (CPL) dievakuasi menjauh dari titik lokasi kebakaran.

Manajer Operasi PT CPL Hari Satriyo Puspito saat dihubungi Tribun Kaltim melalui sambungan telepon, Sabtu (31/3/2018) pagi mengatakan, laporan berita acara soal kebocoran pipa minyak sudah diterima.

Seperti dikutip dari Tribun Kalitim bahwa Manajer Operasi PR CPL Hari Satriyo Pupito sendiri sudah mengetahui mengenai kebocoran pipa minyak di Penajam-Balikpapan dan pihaknya sudah menerima laporan tersebut langsung ditindaklanjuti untuk memindahkan kapal-kapal milik PT CPL yang berada disekitar.

"Kami sudah terima infonya tadi jam empat pagi (kemarin). Kami langsung evakuasikan kapal kapal kami," ungkapnya.
Tim HSE dan operation PT CPL langsung diterjunkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan kapten kapten kapal supaya bisa menjauh dari lokasi kejadian pipa bocor.

Menurut Satriyo, semua kapal CPL sekarang ini aman terkendali. Sudah dievakuasi sejak lama, pergi menjauh dari titik lokasi kejadian.

"Langsung ada perintah pergi menjauh. Tinggalkan lokasi pipa bocor," ujarnya.

Jadi tegas dia, tidak benar kalau ada kapal tangker minyak milik CPL terbakar. 
Kapal yang terbakar bukan dari armada laut CPL.

"Enam kapal kami (CPL) sudah disuruh menjauh. Sekitar dua mil dari lokasi kebocoran pipa," kata Satriyo.

Melihat kondisi bencana tersebut, PT CPL tetap berjalan normal. Kegiatan operasional masih berlangsung tidak ada upaya untuk meliburkan pegawai.

"Kegiatan kerja masih biasa saja. Tidak diliburkan. Hanya saja yang kerja di kapal kami suruh pergi menjauh hindari risiko," ungkapnya.

PT Cindara Pratama Lines (CPL) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan perniagaan, termasuk pelayaran pengiriman minyak. Kantor pusatnya ada di Jalan Letjen Sutoyo, Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Dia sampai sejauh ini belum mendapat informasi resmi soal munculnya asap hitam. Kemungkinan, belum dipastikan kebenarannya, diduga saat ada kebocoran minyak terkena percikan api lalu muncul kebakaran.

"Penyebabnya saya juga belum tahu, mungkin saja terkena sulutan api lalu terbakar. Kena api sedikit saja sudah bisa langsung terbakar," ujarnya.

Saat ditanya apakah kebakaran itu muncul bermula dari kapal tangker minyak, dia menegaskan belum bisa dipastikan.

Namun berdasarkan pengamatannya dari lokasi jauh, sumber api dan asap hitam bukan dari kapal tangker."Bukan (tidak dari kapal). Menurut pengamatan kita dari jauh, itu sepanjang Teluk Balikpapan terbakarnya," ungkap Satriyo. 

sumber: emaritim 

Minggu, 01 April 2018

Asik, Kapal Pesiar Azamara Journey Singgah di Bali


Kapal pesiar Azamara Journey bersandar di pelabuhan Celukan Bawang kemudian menurunkan 300 turis dari negara-negara Eropa untuk menikmati berbagai objek wisata di Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (22/3/2018).

"Kemarin kapal pesiar Genting Dream menurunkan seribu orang lebih, hari ini, kapal pesiar Azamara Journey membawa 617 turis Eropa tapi yang turun sebanyak 300 turis untuk menikmati berbagai objek wisata di kabupaten Buleleng. Kapal pesiar bersandar di pelabuhan Celukan Bawang jam 08.10 Wita," kata Kadis Pariwisata Buleleng I Nyoman Sutrisna, di Singaraja, Kamis (22/3/2018).

"Kami telah menyiapkan belasan bus wisata untuk membawa lebih 600 turis ke berbagai destinasi wisata di Buleleng, di antaranya melihat ke Puri Gede, Museum Gede Kertya, Wihara, Munduk, Gigit dan Labuhan Lalang atau Teluk Brumbu, serta Menjangan," kata I Nyoman Sutrisna.

Saat menuruni tangga kapal pesiar, para turis tampak gembira dan antusias melihat sambutan tarian tradisional Bali. "Sekitar 300 turis lainnya bebas untuk melakukan aktivitas di atas kapal," tambah dia.

Kadis pariwisata Buleleng mengatakan, kehadiran ratusan turis hari ini dan ribuan turis mancanegara kemarin, Rabu (21/3/2018) diharapkan dapat menggerakan ekonomi daerah dan masyarakat Buleleng.

Kabupaten Buleleng memiliki pelabuhan yang mampu disandari kapal-kapal pesiar besar, selain di pelabuhan Tanjung Benoa, di Denpasar.

sumber: bisnis 

Selasa, 27 Maret 2018

Akibat Badai Siklon Marcus, Kapal Nelayan Hantam Karang


Badai siklon Marcus yang memicu tingginya gelombang pantai selatan mengakibatkan kecelakaan laut (laka laut) di perairan Gunung kidul Rabu (21/3). Kapal nelayan menabrak karang. Seorang nelayan dilaporkan tewas, sedangkan dua lainnya mengalami luka berat setelah terbentur batu karang.

Informasi yang dilansir dari Radar Jogja, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00. Korban tewas adalah Wasidi,50, warga Wonosobo II, Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul. Sedangkan korban luka berat dialami Sumono,43, dan Sukamto,40. Keduanya warga Kemadang, Gunungkidul.

“Korban (Wasidi, Red) sebenarnya sudah berenang hampir mendekati tepi pantai. Namun ombak besar kembali menggulung dan menghempaskan tubuhnya, sehingga tenggelam,” ungkap Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto.

Ketika ditemukan tim SAR Wasidi telah meninggal. Jasadnya telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sementara dua korban selamat masih dirawat di RSUD Wonosari.

Peristiwa nahas itu berawal ketika  ketiga nelayan kapal Maju Jaya berangkat dari Pantai Baron untuk mencari lobster di perairan Sanglen.

Ombak besar menghantam kapal mereka yang sedang melaju sekitar tiga kilometer dari garis pantai. Sukamto yang berperan sebagai tekong (nakhoda) tak mampu mengendalikan kapal.

Kapal berbahan fiberglass tersebut lantas menabrak karang dan terbalik. Ketiga nelayan pun berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menuju pantai. Meski terluka, Sukamto dan Sumono selamat setelah ditolong nelayan lain dan anggota SAR setempat.

“Kami kerahkan 25 personil dalam upaya penyelamatan para korban,” ujar Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono.

Seiring perjalanan siklon Marcus mendekati pantai selatan, Marjono mewanti-wanti para nelayan untuk ekstra waspada saat melaut.  Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dampak siklon Marcus berlangsung hingga Senin (26/3).

“Pagi tadi sekitar pukul 09.00 siklon Markus memicu  ketinggian gelombang laut mencapai sekitar 2,75 meter,” jelasnya. Kondisi tersebut, lanjut Marjono, telah terdeteksi sejak tiga hari lalu.

Nelayan yang tak berani melaut pun pilih menambatkan kapal mereka di pantai. Beberapa kapal tanpa jangkar dipinggirkan dari air agar tak terseret ombak.

“Meski air pasang nyaris menyentuh bibir pantai, sebagian nelayan tetap beraktivitas seperti biasa,” ungkap Ngatino, nelayan Pantai Baron.

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem bukan pertama kali dialami nelayan. Dia mengklaim, para nelayan telah hapal dengan situasi dan cara mengatasinya. Karena itu, tinggi gelombang dua meter berani mereka terjang jika masuk waktu menangkap ikan.

sumber: emaritim

Senin, 26 Maret 2018

Kapal Roro Kayong Karam dan Terbalik di Pulau Gosong


Kapal RoRo Kayong malam tadi kandas di Pulau Gosong pada Selasa malam, kapal milik PT ALP tersebut berasal dari daerah Pelabuhan Tanjung Kalian Bangka menuju Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api (TAA).

Menurut informasi yang didapat eMaritim.com kapal tersebut saat ini dalam keadaan karam dan terbalik tepat 3 mil dari pelabuhan Tanjung Api-Api Palembang Sumatera Selatan.

Kepala PT ASDP Bangka pelabuhan Tanjung Kalian Wahyudi, membenarkan terjadinya musibah karam dan terbaliknya KM Kanyong.

Menurut dia, kapal mulai karam tadi malam (Selasa 20/2), dan baru terbalik tadi pagi. Namun sampai saat ini Wahyudi belum bisa memastikan penyebab karam dan terbaliknya KM Kanyong tersebut.
“Benar kejadiannya di pelabuhan Tanjung Api-api (TAA). mulai karam nya tadi malam, dan baru tergulingnya tadi pagi. Sampai saat ini kapalnya masih keliatan dan sedang di lakukan evakuasi,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, Tagar, Kadiv Operasional Pelabuhan TAA, mengemukakan kapal itu berangkat dari pelabuhan Tanjung Kalian Bangka sekitar pukul 17.00 WIB sore.

Pada waktu perjalanan, kapal terhempas angin kencang dan gelombang laut yang cukup besar, sehingga mengakibatkan kapal bergeser keluar dari rute perjalanan.

Kapal akhirnya kandas di pulau Gosong yang jaraknya sekitar 3 mil dari pelabuhan penyeberangan TAA.

” Ini murni karena faktor alam yang mengakibatkan kapal bergeser keluar dari rute semestinya sehingga kapal kandas di pulau Gosong,” ujar Tagar.

Saat ini seluruh penumpang sudah dievakuasi ke kapal lainnya dan dalam keadaan selamat.

sumber: emaritim

Minggu, 11 Maret 2018

Menhub Minta Pemeriksaan Kapal Diperketat



Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta jajaran Syahbandar untuk melakukan pemeriksaan kapal lebih ketat. Kapal yang tak laik jalan diminta untuk tidak diizinkan berlayar.

Budi Karya mengungkapkan pihaknya menemukan pemeriksaan kapal yang kurang memadai di Pelabuhan Gresik kendati dokumen kapal mencantumkan kondisi kapal yang masih layak. Untuk itu, dia meminta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di setiap pelabuhan untuk memeriksa langsung kondisi kapal di samping dokumen kapal.

Pasalnya, Syahbandar menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeriksaan kapal.

"Safety first itu mutlak. Kalau [kondisi kapal] tidak layak, tahan saja. Kalau bicara safety, kegiatan preventif itu lebih penting daripada nanti [ketika ada] kecelakaan, heboh," jelas Menhub usai memeriksa dua kapal yang curah bersandar di Pelabuhan Gresik, Jumat (9/3/2018).

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga beruoaya menggenjot produktivitas pelabuhan yang dikelolanya di wilayah Jawa. Budi Karya ingin pengelolaan pelabuhan lebih efisien dengan menambah peralatan.

Dia beralasan, di Pelabuhan Gresik, bongkar muat curah kering berlangsung dua hari dengan cara manual. Kemenhub akan mengevaluasi  apakah perlu dibuat aturan yang melarang penggunaan manual di beberapa pelabuhan tertentu.

"Dengan menambah alat kan jadi produktif. Investasinya bisa dari Pelindo atau dari pihak swasta," pungkasnya.

sumber: bisnis

Jumat, 09 Maret 2018

Kapal Kontainer Terbakar di Laut Arab, 1 Orang Tewas dan 4 Hilang


Kapal kontainer Maersk Line terbakar di Laut Arab pada Selasa 6 Maret. Akibatnya, seorang kru kapal tewas dan empat lainnya hilang.

Kapal tersebut terbakar pukul 15.20 GMT, sekitar 900 1.448 kilometer sebelah tenggara Salalah, Oman. Hal itu diungkapkan oleh perusahaan pelayaran kontainer terbesar di dunia tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pihak Maersk mengatakan, 23 kru kapal selamat, namun seorang di antaranya, warga negara Thailand, tak tertolong. Dia meninggal setelah dirawat di rumah sakit.

"Kondisi kesehatannya memburuk karena luka-luka yang diderita akibat kebakaran," demikian pernyataan Maersk, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/3/2018).

Api masih menyala di kapal tersebut hingga Rabu 7 Maret. Perusahaan masih menyelidiki penyebab kebakaran dan pencarian empat kru yang hilang masih berlanjut.

"Ini adalah kebakaran yang sangat serius. Pada tahap ini kita belum percaya sepenuhnya bahwa api disebabkan oleh kesalahan dalam konstruksi kapal," kata juru bicara perusahaan tersebut. 

Kapal Maersk itu diketahui dalam perjalanan dari Singapura menuju Suez. Dua kru yang dievakuasi mendapat  bantuan medis di kapal kontainer lain dalam perjalanan ke Kolombo, Sri Lanka.

Ada 27 kru di kapal tersebut, yakni 13 warga India, sembilan dari Filipina, dua warga Thailand dan masing-masing dari Rumania, Afrika Selatan dan Inggris.

Maersk tidak mengungkap identitas keempat kru yang hilang tersebut, namun keluarga mereka telah diberitahu.

sumber: inews